Breaking News

Sekilas Tentang Cadas Pangeran


Buat bro2 yang sering lintas Bandung atau Cirebon via Sumedang pasti sudah tidak asing lagi dengan nama jalan (daerah) yang satu ini, Cadas Pangeran. Salah satu jalanan tertua dan bersejarah yang dimiliki bangsa Indonesia, berumur lebih dari 200tahun!! Dan sekarang menjadi salah satu historical landmark kabupaten Sumedang.

Sedikit berbicara sejarah, bro..

Siapa yang tak mengenal jalan raya pos yang dibangun Daendles 200tahun yang lalu (1808), ketika bangsa ini masih dijajah oleh Belanda?

Jalan yang menghubungkan ujung barat dan timur pulau Jawa ini, mulai dari Anyer hingga Panarukan berjarak +/- 1000km. Siapa yang akan menyangka kalau konsep jalur moda transportasi yang dibangun oleh Daendles ini akan membawa perubahan bagi daerah-daerah yang dilalui De Groote Postweg ini.

Kurang lebih sekitar 5000 nyawa melayang menjadi korban pekerja paksa di wilayah Cadas Pangeran ini, dimana para pekerja harus bersusah payah membelah cadas dengan peralatan tipe sss (sangat sederhana sekali). (bayangkan 200tahun yang lalu teknologi seperti apa yang mereka miliki!!?)

Nama jalan Cadas Pangeran diambil sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada Bupati Sumedang pada saat itu yaitu Pangeran Kusumadinata IX (1791-1828), tetapi masyarakat Sumedang lebih familiar dengan sebutan Pangeran Kornel.

Sebuah monumen peringatan berupa patung Pangeran Kornel yang sedang menjabat tangan kanan Daendels dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya menggenggam keris Nagasasra dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Sumedang dan betapa kharismatiknya sosok Pangeran Sumedang ini, dimana tindakannya tersebut disimbolkan sebagai sebuah bentuk perlawanan terhadap keputusan Daendels yang memperkerja paksakan masyarakat Sumedang untuk membelah cadas.

Monumen patung ini berada tepat menjadi pemisah antara jalan Cadas Pangeran bagian Atas dan Bawah. Nah, lain kali bro-bro pada turing dan melintas di Cadas Pangeran, jangan lupa mampir di BRITIS. (B-081)


*

1 comment:

  1. Emang maknyuus jalan cadas pangeran nih..

    ReplyDelete